Singaraja, 18 Agustus 2026 — Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menerima kunjungan benchmarking dari Institut Mpu Kuturan dalam rangka pengembangan dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ganesha I, Gedung Rektorat Lantai II Undiksha tersebut menjadi forum berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan penjaminan mutu perguruan tinggi.
Kegiatan benchmarking dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WITA sampai selesai. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan benchmarking dari IAHN Mpu Kuturan yang sebelumnya telah disetujui oleh pimpinan Undiksha melalui LPMPP. Agenda utama kegiatan adalah berbagi praktik baik dalam penguatan dan implementasi SPMI.

Dari pihak Undiksha, kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama; Prof. Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP); serta Prof. Dr. Made Agus Dharmadi, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PJM) Undiksha. Sementara dari pihak Institut Mpu Kuturan hadir Dr. Putu Sanjaya, S.Ag., M.Pd.H., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, serta Dr. I Nyoman Suka Ardiyasa, S.Pd.B., M.Pd., M.Fil.H., selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), bersama tim penjaminan mutu Institut Mpu Kuturan.
Dalam kegiatan tersebut, Undiksha berbagi pengalaman mengenai berbagai strategi dan praktik yang diterapkan dalam pengembangan budaya mutu, khususnya melalui implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Pembahasan diarahkan pada bagaimana sistem penjaminan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah perkembangan akreditasi program studi di Undiksha. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan benchmarking, sebanyak 48 program studi atau 62 persen telah memperoleh predikat Unggul, sebanyak 23 program studi atau 28 persen memperoleh predikat Baik Sekali, dan sebanyak 8 program studi atau 10 persen memperoleh predikat Baik.
Pada aspek evaluasi, Undiksha memaparkan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan secara daring melalui sistem AMI Online. Pelaksanaan AMI dilakukan secara rutin setiap tahun pada periode sekitar September hingga November. Dalam pelaksanaannya, panitia bertindak sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab kegiatan melalui divisi monitoring dan evaluasi. Undiksha juga memiliki sekitar 60 auditor yang mendukung pelaksanaan AMI terhadap 77 program studi sebagai auditee. Ketersediaan auditor dan sistem audit yang terstruktur menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan proses evaluasi mutu berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.
Pembahasan selanjutnya berfokus pada tahap pengendalian dalam siklus PPEPP, salah satunya melalui pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Melalui RTM, hasil evaluasi dan audit ditindaklanjuti melalui penyusunan laporan, rencana tindak lanjut, serta rencana peningkatan standar. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa hasil evaluasi tidak berhenti pada identifikasi permasalahan, tetapi dilanjutkan dengan tindakan perbaikan dan peningkatan mutu. Selain proses manual dan kelembagaan, Undiksha juga memaparkan pengembangan sistem digital yang mendukung penjaminan mutu. Salah satu sistem yang diperkenalkan adalah Sistem Akreditasi Terintegrasi Undiksha (SATU) serta Sistem AMI Online yang mendukung pengelolaan data, dokumen, dan proses audit mutu internal secara lebih terintegrasi.
Pertukaran pengalaman tersebut mendapatkan perhatian dari Institut Mpu Kuturan yang juga tengah mengembangkan sistem penjaminan mutu berbasis digital. Dalam perkembangan terkini, Institut Mpu Kuturan telah mengembangkan Sistem Informasi Penjaminan Mutu Terintegrasi (SIMUTU) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola mutu berbasis data dan mendukung implementasi siklus PPEPP.
Melalui forum benchmarking ini, kedua perguruan tinggi tidak hanya berbagi pengalaman mengenai mekanisme penjaminan mutu, tetapi juga mendiskusikan tantangan dan strategi dalam membangun sistem yang efektif, terdokumentasi, terintegrasi, serta berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Undiksha dan Institut Mpu Kuturan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Praktik baik yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi penguatan tata kelola mutu di masing-masing institusi sekaligus mendorong terciptanya budaya mutu yang semakin kuat di lingkungan perguruan tinggi.
Benchmarking tersebut sekaligus menegaskan komitmen Undiksha untuk terus berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan penjaminan mutu, serta membuka ruang kolaborasi antarlembaga dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.








